Hukum Adat Pelanggar Larangan Judi

Hukum Adat Pelanggar Larangan Judi diberlakukan di beberapa daerah di tanah air. Judi sudah menjadi penyakit di dalam masyarakat,  sulit untuk diberantas dari dulu hingga kini. Penyakit yang menyerang masyarakat dari desa hingga kota.

Meskipun sudah ada ancaman hukuman yang diatur oleh undang-undang, para pelakunya tidak pernah kapok dan jera. Para pecandu judi ini malah mencari cara bermain judi secara sembunyi-sembunyi.

Untuk jera para penjudi, masyarakat menyediakan hukum adat yang berlaku di masing-masing daerah. Seperti berikut ini.

  • Wapulaka, Sampolawa, Buton Selatan

Peraturan adat menjadi peraturan sosial yang  menjadi pedoman masyarakat wapulaka. Masyarakat yang terbukti sebagai pelanggar larangan judi akan dikenakan hukuman  denda. Peraturan ini dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

Bagi pelaku judi akan dikenakan denda satu juta rupiah sedangkan bagi penyedia tempat perjudian akan dikenakan denda sebesar dua juta rupiah. Sangsi adat ini masih bertahan hingga kini.

Pemerintahan dan hukum adat berjalan beriringan ditempat ini. Tidak ada pertentangan yang terjadi. Bahkan hukum adat ini memberikan efek jera bagi para pelaku penyakit masyarakat, bukan hanya judi tetapi juga minuman keras.

Pada saat pesta adat pemerintah daerah dan pemimpin adat melakukan sweeping penyakit masyarakat. Dari sini berhasil ditangkap para pelaku perjudian Keluaran Togel Hongkong dan langsung didenda di tempat.

Sanksi pelanggar larangan judi secara adat ini bisa menurunkan angka kejahatan di daerah tersebut. Tentu saja tidak mudah untuk ke daerah ini karena hukum adat berlaku dan penduduk mematuhinya.

  • Painan, Sumatera Barat

Lain lagi cerita para pelaku penjudian yang ada di daerah pesisir selatan Sumatera Barat yaitu kota Painan. Kota yang terkenal dengan pantai yang indah dan gugusan pulau -pulau eksotis seperti pulau Mande.

Pada  tahun 2016 tertangkap tujuh orang wanita yang sedang melakukan judi kartu remi di tempat ini. Pelaku diserahkan kepada kepolisian setempat untuk diproses  secara  hukum yang berlaku.

Setelah sebelumnya para pelaku ini dihukum secara adat. Para tokoh adat memberikan sangsi kepada tujuh wanita tadi untuk berjalan kaki dari tempat mereka melakukan pelanggar larangan judi ke  masjid di daerah itu.

Masjid yang berlokasi di pinggir jalan raya utama lalu lintas Sumatera Barat dan Bengkulu, menjadi tontonan bagi lewat di jalan tersebut. Ini akan menimbulkan rasa malu bagi para pelaku penjudian.

Sesampai di masjid  mereka diharuskan bertobat dan berjanji tidak akan melakukannya kembali. Ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

Sangsi adat ini merupakan hasil musyawarah para tokoh adat yang disampaikan kepada aparat kepolisian. Tokoh adat dan kepolisian kemudian bekerja sama menerapkan sangsi ini pada pelanggar larangan judi.

  • Nanggroe Aceh Darussalam

Lain lagi sangsi adat yang diberikan di negeri serambi Mekah ini untuk para pelaku perjudian. Di sini para pelaku akan diberikan  hukuman cambuk. Tentu saja hukum ini sesuai dengan syariat Islam yang berlaku dan sudah disetujui oleh para tokoh serta pejabat daerah.

Peraturan hukuman cambuk ini juga  tertuang pada peraturan daerah  nomor 13 tahun 2003 pada bab perjudian. Hal ini dimungkinkan karena Aceh sebagai daerah istimewa memiliki kewenangan otonomi daerah tersendiri.

Peraturan ini sudah di sepakati oleh Ketua Mahkamah Syariah NAD, Ketua Majelis  Permusyawaratan Ulama, Ketua  Majelis Adat Aceh, Kepala Dinas Syariat Islam dan Ketua Komisi E DPRD NAD.

Mereka sudah melaporkan langsung pada ketua jaksa agung di Jakarta yang menyetujui pelaksanaan  hukum adat pelanggar larangan judi di Aceh. Sehingga hukum ini menjadi hukum yang sah secara undang-undang.

Masing-masing  daerah berusaha menjaga daerahnya dari bahaya penyakit masyarakat,  seperti perjudian. Walaupun tidak mudah tetapi pelaksanaan hukum yang tegas dapat membuat masyarakat patuh.

Kebiasaan bermain judi dapat berlanjut menjadi kebiasaan buruk lainnya yang bisa menimbulkan kejahatan di tengah masyarakat. Tentu ini akan  menimbulkan keresahan pada masyarakat.

Jika semua masyarakat patuh pada peraturan yang sudah ada baik hukum negara maupun hukum adat, maka perlahan hal buruk seperti pelanggar larangan judi akan hilang dari kehidupan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *