Sabung ayam, Judi Tradisional dan Hukum yang Berlaku

judi sabung ayam

judi sabung ayamHukum Judi Tradisional Sabung Ayam – Di Pulau Jawa ada sebuah tradisi yang sudah lama dilakukan, yakni sabung ayam. Sabung ayam merupakan permainan dua ayam dalam lingkaran tunggal. Kebanyakan ayam yang dibuat pertandingan adalah ayam jantan. Kemenangan didapatkan kalau ayam lawan kabur, hilang atau hingga mati. Kebanyakan sabung ayam diikuti dengan judi yang tidak jauh dari arena. Rasanya kalau melihat pertandingan saja kurang seru tanpa adanya taruhan dilakukan.
Disisi lain, hasil keluaran sgp terbaru juga bisa anda dapati pada situs kami yang akan selalu memberikan pembaharuannya setiap hari.

Kegiatan sabung ayam hingga saat ini masih banyak dilakukan. Bahkan, taruhan dalam sabung ayam juga marak terjadi. Dalam islam, sabung ayam menjadi kegiatan yang haram dilakukan karena mengadu bintang dalam islam memang tidak diperbolehkan, terlebih lagi hingga adanya taruhan. Hal ini menjadikan kegiatan sabung ayam juga menjadi ilegal di Indonesia dan dikatakan sebagai judi. Lantas bagaimana hukum yang berlaku?

Perkembangan hukum sabung ayam 

Mengapa sabung ayam masih sering dilakukan? Pasalnya, memang sabung ayam yang dilakukan hingga saat ini masih cenderung akan tradisi adat atau ritual keagamaan sehingga aparat tidak mendapatkan kesempatan untuk mencegah hal tersebut sehingga kasus perjudian sabung ayam menjadi lepas.

Dulunya sabung ayam tidak perlu mendapatkan izin kepada pemerintah. Contohnya di Bali yang biasanya mengadakan sabung ayam dan tidak perlu meminta izin pemerintah. Hal ini didasari oleh Prasasti Batur Abang.

Terlebih lagi, pada zaman pemerintahan Belanda yang melegalkan akan sabung ayam dilakukan. Ketentuan hukum Belanda 131 IS dan pasal 163 IS. Dalam pasal 131 IS mengatakan bahwa orang Eropa berlaku akan asas konkordansi, sedangkan untuk orang pribumi atau Indonesia berlaku hukum adat. Di mana hukum adat memperbolehkan sabung ayam dilakukan.

Namun saat ini kegiatan sabung ayam yang dilakukan saat ini, walaupun meminta izin kepada pemerintah atau pihak yang berwenang dikategorikan sebagai judi. Terlebih lagi, sejak dikeluarkannya UU No 7 tahun 1974 yang mengatakan bahwa judi dikategorikan sebagai tindak kejahatan.

Hukum sabung ayam 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa sabung ayam merupakan suatu kejahatan karena mengadu binatang. Di balik keruan menyaksikan sabung ayam, hal ini ada unsur penyiksaan binatang yang dilakukan. Pasalnya, kemenangan akan terjadi kalau ayam lainnya mati atau terluka parah.

Dalam pasal 66 ayat 2 UU No 18 Tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan mengatakan bahwa penganiayaan yang dimaksud adalah tindakan memperoleh kepuasaan atau keuntungan dengan memperlakukan hewan di atas kemampuan biologis dan fisiologis hewan, salah satu mengadu ayam. Hal ini juga ada hukum pidana yang berlaku untuk para pelaku tersebut.

Dalam pasal 302 KUHP mengatakan siapapun yang memiliki tujuan atau melampaui batas dan sengaja melukai hewan, seperti merugikan kesehatan atau tidak memberikan makan akan diancam pidana penjara maksimal tiga bulan lamanya. Sedangkan, seseorang yang menyebabkan hewan sakit, cacat, luka hingga mati akan mendapatkan hukuman pidana penjara maksimal sembilan bulan. Terlebih lagi, sabung ayam memang membuat hewan sakit, cacat hingga mati.

Hukum sabung ayam atau penganiayaan pada bintang sudah berlaku hingga sekarang. Belum lagi, sabung ayam juga dikategorikan sebagai judi. Tak heran, bentuk perjudian yang melibatkan hewan ini juga akan terjerat hukum pidana. Hukum judi sendiri diatur dalam pasal 303 KUHP ayat 1 menjelaskan bahwa ancaman pidana penjara untuk pelaku judi adalah maksimal 10 tahun penjara dan denda paling besar 25 juta rupiah kalau tidak mendapatkan izin.

Lebih lanjut lagi, pasal 303 ayat 1 KUHP mengatakan jika pelaku judi akan mendapatkan hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun dengan denda paling besar 10 juta, apabila sengaja bermain judi dan melanggar pasal 303 atau ikuti turut bermain judi di jalan umum, terkecuali ada izin dari pihak yang berwenang untuk melakukan perjudian. Hukum pidana akan menjerat lebih jika judi kembali dilakukan dalam kurun waktu tahun. Di mana, pelaku akan dikenakan sanksi penjara maksimal 6 tahun lamanya dan denda paling besar 15 juta rupiah.

Sabung ayam menjadi salah satu bentuk kejahatan dan ada hukum berlaku di dalamnya, baik hukum perjudian dan hukum penganiayaan binatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *